WAJO — Ratusan warga di Kelurahan Watalipue, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, mengalami krisis air bersih akibat kemarau panjang yang melanda wilayah tersebut.
Debit air sungai yang terus menyusut membuat warga terpaksa memanfaatkan sisa air sungai yang keruh dan bercampur lumpur untuk memenuhi sejumlah kebutuhan sehari-hari.
Kondisi tersebut terlihat di sejumlah anak sungai di bantaran Sungai Walennae. Air yang tersisa tampak keruh akibat debit sungai yang semakin menurun.
Warga mengaku kondisi air sungai sudah tidak layak untuk dikonsumsi. Namun, keterbatasan sumber air bersih membuat sebagian warga tetap menggunakannya untuk kebutuhan tertentu.
Krisis air bersih ini mendapat perhatian dari Kepolisian Resor Wajo bersama Brimob Bone. Petugas menyalurkan bantuan sekitar 13 kubik air bersih kepada warga terdampak di dua kelurahan.
Puluhan warga tampak berkerumun sambil membawa berbagai wadah untuk mendapatkan air bersih yang dibagikan petugas.
Wakapolres Wajo Kompol Andi Syamsulipu mengatakan, distribusi air bersih dilakukan untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan.
Menurutnya, bantuan sekitar 13 kubik air bersih tersebut disalurkan kepada sekitar 30 kepala keluarga di dua kelurahan.
Meski demikian, bantuan tersebut dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan warga dalam jangka panjang. Pasalnya, kondisi kekeringan masih terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Wajo.
Sebagian warga bahkan harus membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sementara warga lainnya memanfaatkan air sungai yang kondisinya semakin memprihatinkan.
Salah seorang warga, Herman, mengatakan air sungai yang tersisa sudah keruh dan bercampur lumpur sehingga tidak layak untuk dikonsumsi.
Ia menyebut bantuan air bersih yang diterima warga hanya mampu memenuhi kebutuhan selama beberapa hari.
Warga berharap pemerintah dan pihak terkait dapat menyalurkan bantuan air bersih secara rutin selama musim kemarau.
Jumlah warga yang terdampak krisis air bersih di wilayah tersebut diperkirakan mencapai sekitar 300 kepala keluarga.
Warga berharap distribusi air bersih dapat terus dilakukan hingga kondisi kekeringan berakhir dan sumber air kembali normal.(nar)
