WAJO — Harga cabai kecil di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, mengalami kenaikan cukup signifikan. Harganya kini mencapai Rp75 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram.
Kenaikan harga tersebut mulai dirasakan pedagang dan masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Tingginya harga membuat sebagian pembeli mengurangi jumlah cabai yang dibeli untuk menyesuaikan dengan kondisi ekonomi.
Pedagang cabai, Ramli, mengatakan kenaikan harga dipengaruhi berkurangnya pasokan dari petani.
Menurutnya, kemarau panjang yang melanda wilayah Wajo berdampak terhadap tanaman cabai. Sejumlah tanaman mengalami kekeringan, bahkan mati, sehingga hasil panen petani menurun.
"Pasokan dari petani berkurang karena banyak tanaman cabai terdampak kemarau. Akibatnya, harga di pasar ikut naik," ujar Ramli.
Kondisi serupa juga dirasakan konsumen. Rosmawati, salah seorang pembeli, mengaku kenaikan harga cabai cukup memberatkan karena cabai merupakan salah satu kebutuhan dapur sehari-hari.
Meski harga tinggi, ia tetap membeli cabai, namun dengan jumlah yang lebih sedikit dibandingkan biasanya.
Selain cabai, sejumlah komoditas sayur-mayur dan bahan rempah lainnya juga disebut mengalami kenaikan harga hingga sekitar 50 persen.
Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menjaga ketersediaan pasokan dan menekan kenaikan harga di pasaran.
Warga juga meminta perhatian terhadap petani yang terdampak kemarau panjang agar produksi komoditas pertanian dapat kembali normal.
Kenaikan harga cabai diharapkan tidak berlangsung lama sehingga harga kebutuhan pokok di pasar kembali stabil dan tidak semakin membebani masyarakat.(Tim)
