WAJO – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wajo, A. Fakhrul Rijal, terus bergerak mencari solusi atas berbagai persoalan yang terjadi di lingkup DLH, khususnya terkait Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) pada program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal tersebut ditunjukkan dengan langkah silaturahmi dan diskusi yang dilakukan pada Jumat malam, 10 April 2026, bersama Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Sultan Tajang, S.H.I, serta Anggota DPRD Kabupaten Wajo, Fery Saputra Santu, di Bola Pute.
Usai pertemuan, Kadis DLH Wajo menyampaikan bahwa dirinya sangat mengapresiasi berbagai masukan yang diberikan dalam diskusi tersebut, khususnya terkait persoalan IPAL pada program MBG.
“Alhamdulillah, kami sangat senang karena banyak masukan yang diberikan oleh Bapak Sultan Tajang bersama Bapak Fery Saputra Santu. Ini menjadi gambaran bagi kami terkait langkah-langkah yang harus ditempuh ke depan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sejak awal pelaksanaan program MBG, pihak DLH menghadapi kendala karena belum adanya petunjuk teknis (juknis) secara khusus dari Badan Gizi Nasional terkait pengelolaan limbah.
“MBG ini merupakan program strategis nasional yang harus segera dilaksanakan. Namun di sisi lain, kami belum memiliki juknis yang jelas, sehingga sempat menimbulkan kebingungan di lapangan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa berdasarkan aturan Kementerian Lingkungan Hidup, setiap dapur atau restoran MBG diwajibkan menggunakan IPAL berbasis biotek atau tangki khusus. Namun, hal ini menjadi kendala karena membutuhkan area yang cukup luas.
“Dari hasil survei tim DLH di lapangan, banyak pengelola MBG yang tidak mampu memenuhi standar tersebut karena keterbatasan lahan,” tambahnya.
Sebagai langkah lanjutan, DLH Wajo berencana mengundang seluruh pengelola MBG di wilayah Kabupaten Wajo untuk melakukan diskusi bersama guna mencari solusi terbaik.
“Insya Allah dalam waktu dekat kami akan mengundang pengelola MBG untuk duduk bersama. Dari hasil diskusi dengan DPRD, kami sudah memiliki gambaran awal yang nantinya akan dimatangkan bersama para pengelola,” tutupnya.
Oleh :Antho
Editor. : Redaksi
.jpg)